Rabu, 15 Oktober 2008
menuntut perubahan tanpa ada kejujuran diri sendiri
Disadari atau tidak keterbelengguan bangsa ini selama ini menimbulkan luapan perubahan di tengah masyarakat ..puluhan tahun terkengkang akan rezim orba seakan lepas menghirup udara kebebasan.namun tak jarang sikap kita justru tak berubah justru terbelenggu pada lingkaran stagnasi ...tak bisa di pungkiri perubahan bukan suatu hal yang instant seperti membalik sebuah telapak tangan..namun tentunya itu bukan alasan tuk kita memakluminya..mengingat sudah satu dasawarsa kita mencobanya.tengoklah keseharian kita tak jarang kita ingin menuntut akan kinerja pelayanan publik.kita ingin sebagai masyarakat kita dilayani bak seorang raja.karna gaji mereka berasal dr pajak yang kita bayarkan .tak dipungkiri msh ada memang para pegawai yg cenderung bekerja asal-asalan terkecuali ada komisi untuk mempercepat pekerjaannya .tentunya itu bukan menjadi tolak ukur semuanya .masih banyak pegawai berdedikasi tinggi terhadap kinerjanya.tak bisa semua kesalahan kita lemparkan pada mereka .ibarat pepatah" tak ada asap kalau tak ada api " kita pun sebenarnya turut andil menciptakan budaya yang demikian.masih ada sebagian masyarakat yang ingin semuanya bisa didapat instant hingga mereka cenderung memilih jalan pintas dengan menyuap untuk mencapai sesuatu.dengan alasan prosedur yg berbelit, susah, serta tak punya waktu karena kesibukan lain.hal ini yang menciptakan budaya negatif akan pelayanan publik susah untuk dihilangkan.padahal kalau kita semuanya mau mengikuti secara prosedural tentunya hal ini bisa diminimalkan. inilah cermin bagi kita. ibarat pameo " gajah dipelupuk mata tak tampak semut diseberang pulau tampak" sudah saatnya kita berubah.
Langganan:
Postingan (Atom)